pengorganisasian dan struktur



Makalah:manajeme
ORGANISASI PENSTRUKTURAN
Description: C:\Users\Erlina Marbun\Documents\LOGO IAIN BARU.jpg
D
I
S
U
S
U
N

OLEH : Kelompk 7

                        NAMA                        : RASYDUN MUHAMMAD AKHYAR
NIM                            : 1530100005
FAK/ JURUSAN        : FDIK/KPI
SEM                            : V(LIMA)     
           
DOSEN PEMBIMBING
HASBIH ANSORI HASIBUAN,M.M.

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
JURUSAN  KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PADANGSIDIMPUAN
T.A 2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur pemakalah panjatkan kehadiran Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada pemakalah, sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Alat-alat Bukti” dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang di berikan oleh dosen pengampu Mata kuliah, “  Hukum Acara Peradilan Agama”.
Pemakalah mengharapkan, melalui membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai” Alat-alat Bukti” khususnya bagi pemakalah. Memang makalah ini masih jauh dari titik kesempurnaan, maka pemakalah mengharapkan kritik dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.





















DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG                                                              1
B.     RUMUSAN MASALAH                                                         1
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Alat-alat Bukti                                                         2
1.      Alat Bukti Tertulis atau Surat-surat                                     2
2.      Bukti Saksi                                                                           3
3.      Persangkaan                                                                         4
4.      Pengakuan                                                                            4
5.      Sumpah                                                                                5
6.      Alat Bukti Pemeriksaan Setempat                                       7
7.      Alat Bukti Keterangan Ahli                                                 7
PENUTUP
A.    KESIMPULAN                                                                         9
DAFTAR PUSTAKA













KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, karena berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “ORGANISASI PERSTRUKTURAN ”
Manfaat dan tujuan penulisan makalah ini tidak lain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah  MANAJEMEN  serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan dosen pembimbing.
Penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga yang telah memberi dukungan dan juga kepada Dosen pembimbing HASBI ANSORI HASIBUAN,M.M yang telah membimbing dan memberi pengarahan kepada penulis. Serta kepada seluruh  pihak yang telah memberi sumbangan saran dan yang membantu penulis untuk menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini  masih banyak dijumpai kesalahan dan kekurangan dari berbagai sisi, baik dalam penggunaan bahasa, teknik penulisan dan cara penyajiannya. Untuk itu saran dan pendapat yang bermanfaat sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.


                                                                           Padangsidimpuan,       September  2017
                          
Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

Suatu organisasi baik itu profit maupun nonprofit adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling menukar pesan diantara para anggota yang mana gejala menciptakan dan menukar informasi ini berjalan terus-menerus dan tidak terhenti (Arni, 2005:29).Dalam usahanya mencapai tujuan, organisasi biasanya membuat aturan aturan, undang-undang dan hierarki hubungan dalam organisasi yang dinamakan struktur organisasi (Arni, 2005:30). Struktur organisasi tersebut terdiri dari elemen-elemen berupa aturan dan sumber daya dalam organisasi. Struktur dalam suatu organisasi membantu organisasi untuk mengontrol perilaku organisasinya.
 suatu organisasi didesain oleh manusia yang berada dalam organisasi. Manusi  menciptakan struktur, memelihara, dan memutuskannya (Pace, 1998:19). Oleh karen  struktur tersebut didesain oleh manusia yang berada dalam Organisasi  struktur dalam suat  organisasi kerap kali tidak sempurna. Hal tersebut Pada akhirnya membuat organisasi tidak  terlepas dari perubahan dengan menyusun Ata  mendesain kembali struktur yang ada dalam rangka mencapai tujuan organisasinya. Perubahan tersebut bisa saja terjadi dalam setiap organisasi karena pada dasarnya setiap organisasi pasti memiliki siklus pengembangan organisasi untuk  melihat sejauh mana organisasi tersebut melakukan kegiatan untuk mencapai tujuannya.
 Beberapa dari organisasi mempunyai batas yang tajam dan struktur yang kompleks,   sedangkan organisasi lainnya mempunyai batas yang agak longgar dan strukturnya sederhana (Arni, 2005:31). Dengan kata lain tidak semua organisasi berdiri denga   memiliki aturan yang sempurna, melainkan ada pula organisasi yang pada awal berdirinya hanya memiliki aturan secukupnya sehingga dalam perjalanannya perlu melakukan kajian atau perbaikan atas aturan yang telah ada tersebut.
Strukturasi merupakan proses suatu organisasi atau kelompok diproduksi, direproduksi, dan ditransformasi melalui penggunaan aturan dan sumber daya oleh anggotanya (West dan Turner, 2009:296). Dalam sebuah organisasi strukturasi dilakukan sebagai sebuah strategi yang dilakukan untuk menyelamatkan organisasi. Strukturasi pada dasarnya merupakan salah satu upaya yang kerap kali dilakukan organisasi untuk memperbaiki kinerja di masa depan (Soegiono dan Sutanto, 2013:2). Pemahaman strukturasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini merujuk pada proses.
 suatu organisasi atau kelompok direproduksi melalui penggunaan aturan dan sumber daya oleh anggota-anggotanya. Struktur sendiri merupakan aturan-aturan dan sumber daya yang digunakan untuk menciptakan atau mempertahankan organisasi atau kelompok, sekaligus mengarahkan perilaku mereka (West dan Turner, 2009:297).  Adanya aturan dan sumber daya dalam organisasi memang menjadi suatu hal mutlak terlebih dalam rangka mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Organisasi pasti memiliki aturan yang digunakan oleh para anggota sebagai pedoman dalam perilakunya untuk mempertahankan ataupun mengubah organisasi atau kelompok melalui interaksi-interaksi yang terjadi di dalamnya.



BAB II
 PEMBAHASAN

A.       Pengertian Pengorganisasian dan Struktur  Organisasi
Kata “organisasi” mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olah raga,. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai satu cara dalam kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien .
Pengorganisasian (organizing ) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki dengan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi dan pembagian kerja. Departementalisasi merupakan pengelompokan kegiatan –kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan –kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi. Pembagian kerja adalah p-emerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.
Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini :
1.         Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya keuangan, pisik, bahan baku, dan tenga kerja organisasi
2.         Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan –kegiatannya dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seseorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.
3.         Hubungan-hubungan, antara fungsi-fungsi, tugas –tugas dan para karyawan.
4.         Cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.
1.         Pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
2.         Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logik dapat dilaksanakan oleh satu orang. Pembagian kerja sebaiknya tidak terlalu berat sehingga tidak dapat diselesaikan.
3.         Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.
Pelaksanaan proses pengorganisasian yang sukses akan membuat suatu organisasi tercapai tujuannya proses ini akan tercermin pada struktur organisasi, yang mencapai aspek-aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian, yaitu: (1) pembagian kerja, (2) departementalisasi ( atau sering disebut dengan istilah departementasi),(3)  bagan organisasi formal, (4) rantai perintah dan kesatuan perintah, (5) tingkat –tingkat hirarkimanajemen,(6) saluran komunikasi, (7) penggunaan komite, (8) rentang manajemen dan kelompok-kelompok informal yang tidak dapat dihindarkan.

B.     Struktur Organisasi
Struktur  organisasi (disain organisasi ) dapat didefinisi sebagai mekanisme- mekanisme formal dengan mana organisasi dikelolah struktur organisasi menunjukkan kerangkang dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-funsi, bagian-bagian, atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, au desentralisasi, dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.
Adapun faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai berikut:
1)        Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya. Chandler telah menjelaskan hubungan strategi dan struktur organisasi dalam studinya pada perusahaan-perusahaan industri di amerika.
2)        Teknologi yang digunakan perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang –barang atau jasa akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3)        Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
4)        Ukuran organisasi besernya organisasi secara keseluruhan maupun satu satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi.

C.    Unsur-unsur struktur organisasi
1.        Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satu-satuan kerja ( departementalisasi).
2.        Standardisasi kegiatan, merupakan prosedur-prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncanakan.
3.        Koordinasi kegiatan menunjukkan prosedur- prosedur yang mengintegrasikan funsi-fungsi satuan –satuan kerja dalam organisasi.
4.        Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan yang menunjukkan lokasi (letak) kekuasaan pembuatan keputusan.
5.        Ukuran satuan kerja menunjukkan jumlah karyawan dalam suatu kelompok kerja.[1]





D.    KERANGKA TEORI
Studi ini menyepakati bahwa aturan-aturan dan sumber daya yang dipraktikkan dalam kehidupan sosial secara berulang dalam lintas ruang dan waktu adalah struktur. Sedangkan orang-orang konkret yang patuh terhadap struktur tersebut dan terlibat dalam arus kontinu tindakan dan peristiwa disebut  sebagai pelaku (actor) atau agen. Maka dari itu, studi ini akan menggunakan teori strukturasi Giddens untuk menjelaskan bagaimana pola hidup agraris terus  dipraktikkan dan dipertahankan oleh masyarakat. Pola hidup agraris itu merupakan struktur signifikasi yang menyangkut simbolik, pemaknaan, dan wacana.
Pada hakekatnya, agen-struktur juga merefer pada mikro-makro. Pada level mikro adalah aktor manusia, yang mana tindakannya dapat merefleksikan pada “tindakan kolektif.” Sebaliknya, struktur yang berada pada level makro juga  dapat merefleksikan kondisi mikro. Dengan melihat struktur, dapat diketahui bagaimana tindakan individu dalam masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu.
Pola hidup agraris merupakan suatu tindakan yang dipraktikkan oleh masyarakat suatu daerah karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Dalam hubungan antara agen-struktur, pola hidup agraris yang dipraktikkan masyarakat dapat merefleksikan tindakan aktor manusia; termasuk Pemerintah Daerah. Demikian juga sebaliknya, tindakan ataupun kebijakan yang ambil oleh Pemerintah Daerah dapat merefleksikan pola hidup agraris yang dipraktikkan masyarakat suatu daerah.








E.     TEORI STRUKTURASI
Dalam rangka Teori Strukturasi, Giddens membedakan antara “struktur”
dan “sistem” yaitu:[2]

Struktur
Sistem
Strukturasi
Aturan dan sumber
daya, atau seperangkat
relasi transformasi,
terorganisasi sebagai
kelengkapankelengkapan
dari sistemsistem
sosial.
Relasi-relasi yang
direproduksi di antara
para aktor atau
kolektivitas, teorganisasi
sebagai praktik-praktik
sosial regular.
Kondisi-kondisi yang
mengatur keterulangan
atau transformasi
struktur-struktur dan
karenanya reproduksi
sistem-sistem sosial itu
sendiri.

Giddens mengenali adanya baik dimensi sintagmatik maupun paradigmatik dalam penstrukturan hubungan-hubungan sosial (structuring of social relations)[3]  Dimensi sintagmatik meliputi reproduksi praktik-praktik yang  tadinya terikat pada ruang-waktu tertentu (reproduction of situated practices).
Sedangkan dimensi paradigmatik meliputi suatu tata virtual cara-cara penstrukturan (modes of structuring) yang terlibat berulangkali dalam proses  Struktur dipahami sebagai “kumpulan aturan dan sumber  daya yang berulangkali terorganisasikan” (recursively organized sets of rules and resources). Struktur merujuk pada sifat-sifat penstrukturan (structuring properties) yang memberikan bentuk sistemik pada kegiatan-kegiatan sosial serupa dan yang memungkinkan mereka bertahan dalam lintas waktu dan ruangreproduksi tersebut.






























DAFTAR PUSTAKA

Tri Wahyudi Abdullah, Peradilan Agama Di Indonesia, Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2004
Rasyid Roihan A, Hukum Acara Peradilan Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007
Supramono Gatot, Hukum Pembuktian Di Peradilan Agama, Ujungpadang:Tim Alumni, 1983





[1] T  Hani handoko , Dasar-dasar manajemen (Yokyakarta : PT Liberty, 1984), hlm.167-171.
[2] Anthony Giddens, Teori Strukturasi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hlm. 40.
[3] Martin Suhartono, Basis Edisi Khusus Anthony Gidden, (Januari: Februari 2000), hlm 27.

Komentar

  1. Assalammualaikum....
    Coba jelaskan pendapat Giddens tentang dimensi2 pengorganisasian struktur yakni dimensi sintagmatik maupun paradigmatik dalam penstrukturan hubungan-hubungan sosial (structuring of social relations).
    Sekian
    Wassalammualaikum

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum.
    Coba saudara jelaskan apa hubungan pengorganisasian dengan struktur?.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum.
    Coba saudara jelaskan apa hubungan pengorganisasian dengan struktur?.
    Terimakasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hak Milik Macam Macam Hak Milik Cara Mendapatkan Hak Milik